USAI WISUDA DAPAT "BUNGA"

| |
Bertempat di Gedung sabuga,kamis 13 Juni 2015, Universitas Pasundan menggelar acara wisudah sarjana,magister dan doktor yang selesai tahun akademik 2014/2015,

ribuan wisudawan didampingi orang tuanya, sejak pagi sudah penuhi gedung sabuga yang terletak di jln tamansari, kota bandung,

depan pintu masuk, tampak tukang foto sibuk bagikan poster, penjual bakso dan penjual minuman dinging, keliling gedung sebuga, tampak rameh.

dalam gedung,diatas panggung, tampak orang tua duduk berjejer, membelakangi anaknya yang sesat lagi akan wisuda”

sementara, peserta wisudawan duduk bagian depan, berdasarkan fakultas sesuai nomor urutan kursi yang dibagikan panitia wisuda sebelumnya.


sebelum saya, duduk di kursi nomor 157,  tampak ada kantong plastik tebal warnah putih terletak diatas tempat duduk, kantong tersebut berisi..?

sebuah buku daftar perserta wisuda & sebua tabloid unpas yang bertopikUnpas Menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean “MEA”, serta Media IKA Unpas yang berisi profil unpas dari yayasan pasundan untuk alumni

Lagu “wahai ibu dan bapak Guru” dinyanyikan hadirin, sebagai tanda acara wisuda segera di mulai, sekaligus lagu penyambutan“Bapak Rektor Unpas Prof Eddy, bersama Ibu Mentri Prof.Yohana Sembise yang diundang
pidato ilmiah tentang  “kasus kekerasan Ibu dan anak ” yang terjadi di Indonesia.

tadi menteri, orang papua pidato itu, kamu sudah lihat k? kamu juga harus seperi dia. Tutur Rektor sambil melepaskan “toga sebagai tanda “tamat kuliah.

Terimakasih bapak, ucapku kertika diberikan piagam wisuda,bukti bahwa saya sudah ikuti upahcara wisuda,

selain piagam, terlampir dua lembar kertas, diantaranya berisi “janji wisudawandan ucapan “selamat berhasil” dari  civitas akademika,


poin tiga dalam janji wisuda tercatat “bersikap dan bertindak serta taat kepada negara dan tanah air dari civitas akademika sarankan “ilmu yang diperoleh membawah manfaat bagi saudara atau orang tua dan masyarakat serta bangsanya

saya sedang, serius baca poin-poin yang terterah dalam pernyataan itu, hp berdering, telp dari frans, saya tidak angkat, beberapa saat sms masuk,


none, kami ada tunggu diluar, kamu siapa-siapa? Tanyaku,  petrus, Anco, tulis  Frans dalam sms itu, “ok” tunggu saja, tidak lama, acara wisudah akan berakhir, balasku.

tak lama kemudian, saling sapah antara wisudawan, sambil  jabah tangan, selamat berhasil kawan, sambil tinggalkan tempat duduk”

hanif,sahabat baik dikampus, datang ke arah saya, dengan senyum manisnya, selamat berhasil ya kawan,lima tahun kita berjuang dibangku kuliah, kini berakhir sudah, tuturnya Saat keluar pintu gedung sabuga,


setelah keluar, tampak manusia padat dihalama gedung sabuga, ditengah kerumunan itu, ada orang tarik tangan saya, ternyata, mas tukang foto, ayoh foto dulu, cetak angsung ini, katanya,

tunggu bang, entar saya panggil, cari saudaraku yang tunggu dari pagi ini, jawabku, sambil angkat hp telp frans.

Saya sudah keluar, kalian diamana, tanyaKu, kami ada didepan tiang bendera, lurus dari pintu keluar,  ternyata mereka duluan lihat saya,

selamat berhasil” None, Ki Bunga Ki dokegai, tutur Petrus sambil  jabah tangan bergantian Frans,Ancotex,ketika itu ramai…

terimakasih jawabku, sambil merenung arti pemberian “bunga”katanya itu sebuah “penghargaan” karena sudah selesai “kuliah tidak pernah bayangkan, akan diberikan hadiah, terimakasih pertus, sudaraku.!!!

Ayooh.. foto dulu, cetak langsung ini, ajak tukang foto tadi,abang ongkosnya berapa? kalau 4 lembar Rp 150 ribuh, kita sepakat foto bareng, setelah itu foto, kami disuruh ambil setelah 2 jam kedepan,

Ambil fotokan lama,kita cari minuman dingin sudah? dekat pohon sana  abang satu ini, sibuk  jual Es-krim dan Es-buah,  kita kesna langsung,

bang, kami pesan empat gelas, antar disitu?ok, akan diantar. Jawab abang.

Frans,Ancotex dan Petrus, duduk berhadapan sambil cerita, bagaimana mereka baku jemput dengan motor sebelum ke tempat wisuda, frans dari cimahi, petrus dari djatinangor, sementara ancotex dari kota bandung,

None, Saya minta maaf, tadi lambat datang, pada hal sudah janji antar ke tempat wisudah tapi macet dijalan jadi, tutur Frans, tra papa none, sesuaikan saja, jawabku sambil lepaskan atribut wisuda  langsung masukan dalam tas


 Bang ini, Es buah dan Eskrim yang tadi pesan itu..? makasih eee, entar baru kami bayar, duduk kelamaan di tempat ini,  kira2 sejam, kami sepakat pulang ke rumah kost, antar peralatan wisudah lalu kembali ambil foto,

Kami tinggalkan gedung sabuga, selanjutnya menuju ke tempat parkir, saya dan frans satu motor dan petrus, Ancotex satu motor menuju ke KCN (kontrakan cicak nempel) nama “ruko” kami 20 mahasiswa tinggal sama2 ditempat itu,

Setelah simpan perlengkapan wisudah di KCN, kami kembali ke gedung sebuga, ambil  foto tersebut,kemudian foto itu lihat sama-sama, petrus ada pegang bunga, bunga itu diberikan ke saya, tak pernah saya bayangkan akan diberikan bunga itu,bagiku sesuatu yang berharga, terimakasih petrus,saudaraku,”Salam Juang”.

Penulis: MethuCs adalah Wisudawan/LD.