(LD). Lembaga
Pengabdian Masyarakat Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dibentuk
berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 36 Tahun 2009 tentang Statuta
IPDN dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 60 tahun 2010 tentang Perubahan
Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2009 Tentang Organisasi dan
Tata Kerja Institut Pemerintahan Dalam Negeri, disebutkan bahwa Lembaga Pengabdian Masyarakat merupakan unsur pelaksana di lingkungan IPDN
yang Melaksanakan dan mengkoordinasikan Pengabdian Masyarakat, bakti sosial dan
pengembangan implementasi keilmuan, Merumuskan sasaran Pengabdian Masyarakat,
bakti sosial dan pengembangan implementasi keilmuan serta Melaksanakan
Pengabdian Masyarakat Perdesaan, Perkotaan, Pesisir dan Perbatasan.
Untuk
masuk menjadi praja di IPDN merupakan suatu kembangaan bagi semua orang, dan
dengan keinginan yang keras apapun halangan serta rintangan pasti bisa
tercapai, walaupun hanya sebagai seorang anak guru sekalipun pasti bisa masuk
IPDN.
Seperti PETRUS
PEKEI praja Angkatan 23 kontingen asal Papua,
Nabire ini merupakan anak dari seorang
guru. Dengan dorongan dari orang tuanya dirinya berusaha melakukan tes dengan
melakukan persiapan yang matang.
”Saya
berasal dari Papua pengunungan tengah Meeuwo. Dan orang tua saya merupakan PNS
yaitu dibidang pendidikan sebagai guru, dulu saya bercita-cita ingin masuk ke (Fakultas
administrasi negara KAMPUS USWIM NABIRE), Puji TUHAN dorongan orang tua beliau
menyarankan untuk mencoba masuk ke IPDN. Sayapun mencoba mempersiapkan diri
ikut tahapan seleksi administrasi mulai dari tingkat Kabupaten, kemudian
Provinsi. Dengan mengikuti tes Psikologi, kesehatan, samapta (kebugaran fisik)
dan tes akademik sebelum nantinya melakukan kegiatan akhir atu pantohir,”
ungkapanya.
Dirinya
juga tidak menyangka masuk IPDN, bahkan Petrus menambahkan kalau dari pantohir
tersebut diujikan ulang kembali seperti
kesehatan, tes samapta dan diakhiri dengan tes wawancara oleh pejabat
kementrian dalam negeri. ”Ketika tes wawancara teryata banyak teman-teman saya
anak pejabat di daerah dan di pusat itupun menjadikan petarunganya cukup
sengit. Dan Puji Tuhan, saya diterima dan menjadi bagian seribu satu praja IPDN
angkatan 2012 yang diterima di IPDN” .
Petrus
menceritakan bahwa dirinya adalah anak ke-2 dari 8 bersaudara ini, kini sudah
menjadi praja bahkan dirinya sekarang sudah posisi menjadi Penasehat mahasiswa Praja IPDN, dan Jurnalis
level menengah, itulah yang menjadikanya kebagaan selain bagi keluarga juga
asal kontingenya yaitu dari Papua.
Artinya
dengan masuknya Petrus bahkan juga yang lainya yang tidak saja harus anak
pejabat, justru menepis tudingan bahwa IPDN tidak semua anak pejabat yang
bersekolah di lembaga tersebut. “Siapapun bisa berkesempatan masuk asal punya
keinginan terutama DOA, KEYAKINAN, dan ada dorongan kuat dari orang tua serta
keluarganya”.
Apa yang
kita inginkan, Ugatamepaa Edimaii, karena Ugatame adalah segalanya bagi umat
Manusia. Karya, (PetuCs/LD).
