KISAH PERSAHABATAN DENGAN SEORANG MUSLIM.

| |

(LD). Pertama kali saya menginjak di lembaga manglayang  Institut Pemeintahan Dalam Negeri (IPDN) jatinangor, KM 20-Sumedang Jabar, aku bertemu dengan  sahabatku CHAIRUL RIDHA,  asal dari Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, di wisma Nusantara 19 bawah yang biasa disebut (Wisma DKI).  Tawa, bercanda, makan di KCN/KBN/KSP bersama-sama bahkan kelas dan jurusan, semester pertama di kampus jatinangor.

Dua minggu kemudian kami pergi ke Cipatat, Jawa Barat untuk  belajar  mendispra ( Mental, Disiplin dalam kehidupan praja). Setelah satu bulan kemudian, angkatan kami kembali ke kampus tercinta institut pemerintahan dalam negeri (IPDN). Cipatat adalah tempat pusat INFANTRI (kopassus), untuk membina dan mendidik kader-kader Pemimpin Bangsa.

 Kami beta di kampus IPDN,  selama 6 bulan HP kami dapat tahan dari Pengasuh kami; kami sangat sedih karena belum respon atau komunikasi dengan orang yang kami sayang, terutama (kedua orang tua kami). Lebih Sayangnya, teman-teman saya yang sudah memiliki calon pasangan pendamping hidup akhirnya putus, karena HP tidak aktif.

Selama satu tahun kami bersama-sama di kampus pusat IPDN Jatinangor, tawa, bercanda, susah bersama sama di kota merantau. Begitu naik tingkat II, Kemendagri dan Civitas akademika IPDN mengambil kebijakan untuk mengadakan Regional yang artinya pembagian kampus, baik kampus  RIAU, NUSA TENGGARA BARAT,  SULAWESI SELATAN, SULAWESI UTARA, KALIMANTAN BARAT, SUMATERA BARAT,  PAPUA dan KAMPUS PUSAT JATINANGOR. Saya sedih sekali dan kesedian itu mengores hati saya, karena berpisah dengan sahabatku Ridha.

Hari demi hari, dan waktu demi waktu telah berlalu, sudah dua (2) tahun kita berpisah; kini saatnya kita kembali  tawa, susah, kekompakan,  bersama-sama di kampus Pusat Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor-Sumedang 20 km - Jawa Barat.

SALUTNYA...............
Selama saya bergaul dengan sahabatku Cairul Ridha, tidur bangun sama-sama, saat dia ibadah (sholat), saya menunduk kepala dan diam; demikian juga saat saya berdoa sesuai agama kristen katolik, dia diam dan menunduk kepala, berdoa bersama-sama.

        Seseorang Merantau,  mempunyai tujuan masing-masing. seperti mencari pengetahuan, pengalaman, persahabatan, dan pergi untuk ingin memiliki karakter dewasa di tanah merantau.  karya (PetuCS/LD)..