(LD).
A.LATAR BELAKANG
Setelah
ada Misi Katolik rombongan Pater Tillemans, melakukan kunjungan dengan seorang
Antropolog Fisik Bijlmer ke daerah Suku Ekagi/Mee kembali ke Kokonau dan
melaporkan perjalanan kepada Pimpinan Gereja di Langgur (Ambon) dan Pemerintah Hinda
Belanda bahwa dipedalaman Paniai ada manusia. Laporan itu diketahui Assisten
Residen Fakfak dan Bestuur Assisten di Kaimana dan meminta Pilot Letnan Dua
Laut Ir. F. Jan Wissel untuk menelusuri daerah Pegunungan.
Pada awal bulan Februari 1937 Pilot Wissel
terbang dari Utara (Serui = Geelvink) ke arah Selatan (Babo) menggunakan
pesawat Sikorsky milik perusahaan Nederlands Nieuw Guinea Petroleum Maatschapij
(NNGPM) dan menemukan tiga buah danau dan perkampungan disekitar danau itu.
Danau
Paniai mempunyai panjang 30 Km dan lebar 70 Km dengan luas keseluruhan termasuk
daerah yang telah terjadi proses sedimentasi (Pengendapan) 15.000 Ha dengan
kedalaman 25 M. Danau Tage mempunyai panjang 30 Km dan lebar 20 Km dengan
keseluruhan 28 Ha kedalaman 75 M. Sedangkan Danau Tigi mempunyai panjang 50 Km
dan lebar 30 Km dengan luas keseluruhan 30 Ha dan kedalaman 55 M. Pada ketiga
danau tersebut terjadi proses pendangkalan sebagai akibat dari proses
sedimentasi atau pengendapan pertama adalah akibat material bawahan oleh aliran
sungai yang bermuara ke danau, kedua adalah akibat erosi atau longsor pada
daerah tepian danau yang mempunyai kelerengan > 30 %.
Hal ini tidak terlepas dari keadaan di daerah
hulu dan daerah aliran sungai serta daerah lereng sekitar danau yang mulai
cables gundul. Keadaan ini merupakan salah satu faktor penyebab kenaikan
permukaan air danau pada saat musim hujan yang mencapai 3 meter dengan daerah
tergenang mencapai 100 m dari tepi danau. Karena daerah ini telah mulai gundul
maka kami merasa perlu untuk dilakukan penanaman pohon yang sesuai yaitu pohon
yang pernah ditanam sejak leluhur dan juga pohon yang sesuai dengan kondisi
tanah dengan jalan masyarakatlah yang menyiapkan bibit pohonnya.
Danau ini juga telah dipenuhi dengan eceng
gondok, hal itu tidak dapat dibiarkan begitu saja berkembang tetapi dicari
keluarnya bersama dengan semua pihak; Untuk maksud tersebut, Dewan Adat Daerah
Paniyai karena merasa mempuyai kewajiban moral untuk mencari solusi bersama
untuk menciptakan/memulihkan indahnya Danau, maka Kami memutuskan membentuk
sebuah kelompok yang bertugas membuat langkah kongkrit untuk membuat indah
Danau ,dengan nama: KELOMPOK KERJA WISEL
yang disingkat POKJA WISEL
B.
MAKSUD DAN TUJUAN
POKJA WISEL Paniai dibentuk dengan maksud dan
tujuan sebagai berikut:
1)
Untuk membangun kesadaran warga untuk ikut memulihkan keindahan serta
melestarikan biota yang ada didalam Danau-danau Paniai, Tage dan Tigi.
2) Membangun kerjasama dengan semua pihak
untuk merumuskan dan melaksanakan serta mengawasi program Pemulihan Keindahan
Danau;
C. BIDANG-BIDANG YANG DITANGANI
Bidang-bidang
yang ditangani oleh POKJA WISEL adalah;
1) Informasi
dan Dokumentasi; Pendataan dan informasi diperoleh dengan metode tinjauan
lapangan dan wawancaraTokoh Masyarakat dan masyarakat di Kampung-kampung di
sekililing danau serta masyarakat yang berada dipinggiran hulu sampai muara
sungai-sungai yang masuk ke dalam danau. Hal –hal yang digali adalah sejarah,
nama-nama kampung, pohon, biota yang dulu tumbuh dipinggiran danau serta tumbuh
disepanjang sungai serta biota yang dahulu hidup didalam danau serta
sumgai-sungai;
2) Penyuluhan
dan Penguatan; Penyuluhan dan penguatan yang dapat dilakukan oleh POKJA WISEL
adalah dengan menyusun program penyuluhan terkait dengan pentingnya lingkungan
serta pohon dan biota bagi danau dan manusia yang ada di sekitar danau dan
daerah lainnya, program penguatan bagi masyarakat dengan jalan, penyiapan
pembibitan pohon dan tumbuhan penanaman pohon serta tumbuhan lain di pinggiran
danau, serta disepanjang hulu sampai muara sungai-sungai yang mengalir ke danau
paniai (menjadi sumber air bagi danau), menyusun program pengelolaan eceng
gondok, penyiapan program budidaya ikan dan udang di danau serta pinggiran
danau serta Penyiapan Kampung Wisata Danau;
D.
TINGKATAN ORGANISASI
Dalam rangka mendukung dan untuk kelancaran
maksud dan tujuan POKJA WISEL Paniai, maka tingkatan Organisasi disusun sebagai
berikut :
1)
POKJA WISEL Daerah;
2) POKJA WISEL Distrik;
3) POKJA WISEL Kampung.
E. SUSUNAN ORGANISASI POKJA WISEL.
1. Pelindung dan Penasehat POKJA WISEL;
a) Bupati
Paniai
b) Ketua DPRD Paniai
c) Kepala Bapedalda Paniai
d) Kadis
Kehutanan Paniai
e) Kadis Pertanian Paniai
f) Kadis Pariwisata Paniai
2.
Penanggung jawab POKJA WISEL : Dewan Adat Daerah Paniai
3.
Pengurus POKJA WISEL;
a) Ketua : Amandus You
b) Wkl Ketua I : Marthen Uti
c)
Wkl Ketua II : Yoram Nawipa
d) Sekretaris : Simon Kayame
e)
Sekretaris I : Petrus Pigome
f) Sekretaris II :
Samuel Gobai Komisi-Komisi
1) Komisi
Informasi dan Data : Adolf Degei
2) Komisi Penyuluhan
: Damianus Gobai
3)
Komisi Penguatan : Matias Nawipa
4) Komisi Perlindungan : Frans X. Magai
F. KEMITRAAN
Dalam rangka pelaksanaan tugas POKJA WISEL
Paniai maka ditetapkan mitra tetap dalam rangka mensukseskan tujuan POKJA WISEL
Paniyai, mitra itu adalah :
1)
BAPESDALH Papua;
2)
Dinas Pariwisata Papua;
3) BAPEDALDA Paniai;
4)
Dinas Pertanian Paniai;
5)
Dinas Pariwisata Paniai;
6)
Pemerintah Distrik-Distrik di Paniai
7)
Lembaga-Lembaga Swadaya Masyarakat
G. PENUTUP
Demikian
Konsep Dasar, POKJA WISEL Paniai, disusun untuk memberikan gambaran tentang
kelompok ini semoga kelompok ini berguna bagi sesama dan Alam di Paniai. Kami
sadar dan yakin bahwa Kami bukanlah yang terbaik tetapi kami akan mencoba untuk
melakukan satu dari sekian yang terbaik, karena Kalau bukan kami, Siapa Lagi?
Kalau bukan sekarang, Kapan Lagi? Semoga Tuhan selalu bersama dalam Pikiran,
Kata dan Perbuatan kita Bumi Wagadei Enagotadi, 30 Oktober 2011 DEWAN ADAT
DAERAH PANIAI KETUA JOHN NR GOBAI. (PETUCs/LD).
