Dulu
saat kita dilahirkan dari kandung mama, TUHAN sudah rencanakan semuanya yang
manusia lakukan didunia, baik itu sifat negatif maupun sifat positif, bahkan
umurpun demikian.
BARTOLOMIUS
KEIYA,
adalah orang yang ber’intelektual dan Ia sudah memiliki karakter dewasa. Selama ia pendidikan, baik SD, SMP, SMA
maupun Ia dipiarahi oleh kakanya, begitu masuk kuliah di Institut Pemerintahan
Dalam Negeri (IPDN) pun demikian.
Semenjak
semester II, Angkatan XXII praktek lapangan (PL I), tetapi Barto tidak ikut
Peraktek karena kesehatannya Terganggu. Semester III sampai VI, kesehatannya
sehat, tetapi sudah semester tujuh Ia mulai sakit lagi. Penyakit tersebut tidak
begitu parah, tetapi penyakitnya Cuma Batuk. Kata Barto.
Hari
demi hari, waktu demi waktu, rombongan Bartolomius
keiya Angkatan XXIIdikukuhkan/ diwisudakan oleh Presiden Republik Indonesia
(JOKOWI
DODO), pada tanggal 14 Juni Tahun 2015, dengan mendapatkan Gelar Sarjana,
Sains Terapan Pemerintahan (S,STP ) Golongan III A. Setelah satu minggu
kemudian rombongan Barto mengikuti kegiatan PRAJABATANsatu (1) Bulan di Provinsi Sulawesi
Selatan (Sulsel) tempatnya Makassar. Prajabatan Menjalan dua minggu, BARTOLOMIUS
KEIYA S,STP di panggil Oleh
Tuhan yang Maha kuasa, pada Tanggal, 05 September 2015. pukul 05.00 pagi Waktu Indonesia Tengah
Bartolomius keiya
meninggalkan dunia, istri-anak dan sanak –saudara. Penyebabnya kami sebagai
manusia biasa belum tau, maka itu semuanya itu Tuhan dan Barto yang bisa
mengarisbawahi penyakit tersebut.
Selamat
jalan kaka, saudara, anak, suami, Bapak kami. Semoga Arwahmu diterimah oleh
Bapak Yang Maha Kuasa, dan ber’isterahatlah damai di Sorga.
Ijin Nauwai peyaibeu, koya uwii, Niiugatamepaa.
